Mitos Tentang Susu Sapi

Minum susu? Bukankah minum susu hanya dibutuhkan saat masa pertumbuhan? Siapa bilang, Glitzy. Faktanya, kita membutuhkan susu sejak baru lahir hingga tutup usia nanti. Bedanya, saat baru lahir hingga usia dua tahun manusia minum ASI dan seiring pertambahan usia, ASI digantikan oleh susu sapi.

Hal ini diungkapkan oleh ahli gizi—Emilia Achmadi MS., RD. Beliau menyampaikan bahwa susu perlu dikonsumsi untuk banyak alasan kesehatan, minimal satu gelas pe rhari. Untuk hasil optimal, bahkan Anda disarankan mengonsumsi tiga gelas susu dalam satu hari. “Sayangnya, banyak dari kita yang masih menganggap bahwa susu sapi hanya untuk anak dalam masa pertumbuhan dan dituding menjadi penyebab obesitas. Padahal, pemahaman tersebut jelas salah,” tutur pemilik situs Nutritionisme.com ini.

Lebih lanjut, ibu dari dua anak ini mengungkapkan mitos dan fakta mengenai susu. Berikut penjelasannya.

Mitos 1

Susu hanya untuk anak dalam masa pertumbuhan.

Fakta 1

“Justru semakin dewasa, kadar susu yang dibutuhkan oleh tubuh semakin besar. Jika saat bayi Anda mungkin membutuhkan hanya sekitar 500cc susu perhari, ketika dewasa jumlah ini pun meningkat menjadi 1.000 hingga 1.200cc perhari. Mitos ini muncul karena susu memang memiliki peran yang besar dalam masa pertumbuhan, namun bukan berarti hanya anak-anak saja yang perlu mengonsumsi susu.”

Mitos 2

Fungsi susu adalah meningkatkan jumlah kalsium yang berfungsi sebagai penguatan tulang.

Fakta 2

“Benar, kandungan vitamin D dan Kalsium dalam susu berfungsi untuk menguatkan gigi dan tulang, sehingga kita terhindar dari osteoporosis. Namun, susu juga memiliki vitamin A yang baik untuk kulit dan mata, serta vitamin B yang membantu pengolahan makanan dalam tubuh, mencegah anemia, dan meningkatkan fungsi otak. Selain itu, Kalsium dalam susu tak hanya berperan untuk menguatkan gigi dan tulang, namun juga kesehatan otot—terutama otot jantung—untuk menghindari kram jantung. Susu pun memiliki 9 protein paling lengkap dibandingkan sumber lainnya sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah alergi.”

Mitos 3

Saat sedang mengandung, susu bubuk khusus untuk ibu hamil menjadi pelengkap terbaik dalam pemenuhan nutrisi.

Fakta 3

“Susu bubuk sebenarnya sudah mengalami proses yang panjang. Kandungan nutrisi lebih di dalamnya pun merupakan zat tambahan dan bukan berasal dari susu murni, sehingga saya pribadi berpendapat bahwa susu sapi segar dengan proses yang lebih singkat akan memiliki kandungan gizi lengkap bagi ibu hamil dan janin dalam kandungan. Lagi pula, banyak produk yang justru membuat ibu ikut gemuk, padahal pertumbuhan janin lah yang perlu diperhatikan saat mengandung. Saran saya, pilihlah susu sapi segar dibandingkan susu bubuk untuk ibu hamil.”

Mitos 4

Susu dapat merusak program diet seseorang.

Fakta 4

“Susu itu justru baik untuk membantu proses diet karena kandungannya membantu Anda untuk mencegah naiknya berat badan. Selain itu, saat diet ada kemungkinan banyak nutrisi yang tidak masuk ke dalam tubuh. Nah, susulah yang dapat menggantikan nutrisi tersebut sehingga Anda tetap bertenaga saat menjalani program diet. Selain itu, susu juga berfungsi untuk menambah protein dan tenaga, baik sebelum dan sesudah berolahraga. Resiko tulang kropos saat menjalani diet pun tak akan terjadi jika Anda mengonsumsi susu setiap hari.”

Mitos 5

Gula dan lemak dari susu dapat menggemukkan tubuh.

Fakta 5

“Usia saya 47 tahun dan tak pernah ada hari yang terlewat tanpa minum susu. Hasilnya, sampai saat ini saya masih bisa mengenakan celana ketika SMA dulu. Anda perlu tahu bahwa gula dan lemak dalam susu adalah alami. Dalam hal ini saya bicara susu murni, ya. Justru seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bahwa susu dapat membantu Anda menjalankan program diet. Salah bila orang memiliki persepsi bahwa susu bisa menyebabkan kegemukan atau obesitas.”

Mitos 6

Hanya susu putih murni yang baik untuk tubuh.

Fakta 6

“Tidak selalu. Saya bahkan menyarankan para atlet untuk meminum susu cokelat usai berolahraga karena dapat menggantikan energi yang hilang usai latihan (olahraga). Memang, kandungan gulanya akan menjadi lebih banyak, namun bukan berarti keseluruhan manfaatnya hilang. Jadi, pada dasarnya susu itu baik tergantung pada proses pembuatannya.”

Mitos 7

Susu cair, bubuk, dan kental manis memiliki nutrisi dan manfaat yang sama.

Fakta 7

“Jika Anda bilang sudah minum susu pagi ini, namun bukan susu cair segar, maka saya menganggapnya Anda belum minum susu. Saya membahasnya satu demi satu. Pertama, susu bubuk. Dalam proses pembuatannya, semua bakteri—baik yang diperlukan tubuh atau tidak—akan mati, sehingga nutrisi yang ada di dalam susu sulit dicerna oleh tubuh. Lain halnya dengan susu kental manis, yang menurut saya lebih cocok dikatakan sebagai sirup dengan rasa susu. Gula tambahannya sangat banyak dengan jumlah susu yang sangat sedikit. Jadi, ketiga jenis ini memiliki kandungan nutrisi yang berbeda.”

Mitos 8

Almond dan kedelai dapat diolah menjadi susu dan memiliki manfaat lebih baik dibandingkan susu sapi.

Fakta 8

“Yuk, kembali ke definisi susu sebenarnya. Anda perlu tahu jika susu adalah cairan berwarna putih yang dihasilkan oleh mamalia. Jadi, susu almond dan kedelai lebih cocok jika dikatakan sebagai ekstraksi almond dan kedelai. Hal ini pun berfungsi untuk ekstraksi lain yang mirip dengan susu namun berasal dari tumbuhan. Berbicara tentang manfaatnya, benar jika nutrisi dalam ekstraksi almond dan kedelai lebih besar dengan kadar lemak lebih rendah. Namun, nutrisi dalam ekstraksi ini lebih sulit untuk dicerna oleh manusia karena berasal dari tumbuhan, sehingga banyak zat sisa yang terbuang.”

“Manusia adalah mamalia sehingga nutrisi dari hewan mamalia lebih mudah diserap oleh tubuh. Kalaupun Anda ingin mengonsumsi ekstraksi nabati, maka jumlahnya harus ditingkatkan hingga tiga kali lipat dari susu sapi. Itupun membuat Anda memiliki resiko asam urat lebih besar, bukan? Jadi, tidak bijak jika dikatakan ekstraksi almond dan kedelai lebih baik untuk tubuh dibandingkan susu sapi.”

“Hingga detik ini, saya tetap mengonsumsi susu sapi karena itulah yang terbaik dan dibutuhkan oleh tubuh hingga mati nanti,” tutup Emili.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *